Beberapa tahun terakhir jajanan khas Bandung sejenis baso aci sedang booming . Ada banyak merk yang beredar di pasaran, salah satunya Baso Aci Neng Alul. Nama Neng Alul sendiri diambil dari nama panggilan pemilik usaha baso aci tersebut. Lahir di Garut, Neng Alul kini menetap di Tulungagung mengikuti domisili suaminya. Berbekal keahlian masak yang diperoleh secara otodidak, pada bulan Oktober 2018 Neng Alul mulai memberanikan diri untuk menjual baso acinya secara komersial. Pada awal masa produksi, Neng Alul menjual sekitar 30-50 bungkus baso aci telor puyuh. Baso Aci Neng Alul Foto: koleksi Neng Alul Dalam sebungkus baso aci terdapat baso aci isi jando/gajih, isi keju, isi ayam, isi cabe rawit cincang, isi telur puyuh, mie kering, sukro cikur, bumbu putih, minyak bawang, daun seledri, jeruk limau, dan cabe bubuk. Bagi yang sudah pernah merasakan Baso Aci Neng Alul pasti akan merasa cocok dengan paduan bumbunya yang pas. Jika suka pedas tuang saja semua cabe bubukny...
Penggemar dessert kekinian di daerah Bangkalan dan sekitarnya pasti tak asing dengan brand Dapur Oneng. Usaha kuliner rumahan ini setiap harinya secara rutin memproduksi puding sutra, royal banana , choco dessert , milk bath , dan kue kering (kuker). Ibu Rike Wijaya selaku pemilik Dapur Oneng juga menerima pesanan kue basah namun selektif, disesuaikan dengan tersedianya waktu dan sumber daya manusia (baca: pegawai) yang membantunya. Milk bath & choco dessert Foto koleksi Dapur Oneng Tidak banyak yang tahu bahwa sebelum beroperasi di Bangkalan, sebenarnya Dapur Oneng telah menjalankan aktivitasnya di Malang selama 9 tahun, yaitu sejak tahun 2006 sampai tahun 2015. Namun karena suatu hal, Dapur Oneng Malang terpaksa harus dihentikan aktivitasnya dan pindah ke Bangkalan. Di kota salak ini Ibu Rike vakum dari dunia kuliner dan fokus pada usaha laundry yang diberi nama Rumah Oneng. Akhir tahun 2019 Ibu Rike memutuskan untuk kembali bergelut di dunia kuliner. Tanp...